Minggu, 22 April 2012

Anak Belajar dari Kehidupannya


Hari Kartini kemarin, mengingatkanku pada ibu yang mendidik anak - anaknya. Tanpa kita sadari, apa yang kita berikan pada mereka akan melekat kuat dan menjadi bahan pembelajaran untuk mereka. Di bawah ini hanyalah sebagian dari contohnya..
  • Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
  • Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
  • Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
  • Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri
  • Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
  • Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
  • Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
  • Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan
  • Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar kepercayaan
  • Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya
  • Jika anak dibesarkan dengan kasih saying dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya
Bagi para wanita sebagai calon ibu, yuk belajar mendidik anak kecil agar mereka memiliki sifat yang baik.
Dikutip dari buku “The Miracle of Hope”

Sabtu, 07 April 2012

Sahabat Sejati

Dari sebuah buku, dituliskan beberapa kriteria sahabat sejati. Mau tau?? Ini dia:

  1. Sahabat sejati bersedia meluangkan waktu berharganya untuk menunggu kita
  2. Sahabat sejati ada saat semua orang meniggalkan kita
  3. Sahabat sejati menjadi telinga yang paling sempurna untuk mulut kita [mau mendengarkan keluh kesah kita]
  4. Sahabat sejati memberikan solusi bagi masalah yang tidak bisa kita pecahkan sendiri
  5. Sahabat sejati memancarkan ketenangan bagi kegalauan hati kita
  6. Sahabat sejati menutup rapat mulutnya mengenai rahasia kita walau semua orang mengancam akan membunuhnya
  7. Sahabat sejati memberi yang terbaik dari apa yang dia miliki
  8. Sahabat sejati akan menegur kesalahan yang kita perbuat
  9. Sahabat sejati ikut menangis dan tertawa bersama kita walau dia telah terluka tanpa kita sadari
  10. Sahabat sejati berusaha untuk memberikan apa yang kita inginkan
  11. Sahabat sejati mengusap air mata kita dan menukarnya dengan senyuman membahagiakan
  12. Sahabat sejati tidak pernah berhenti mencintai kita walau kita telah melupakannya
  13. Sahabat sejati tidak peduli dengan apapun dan siapapun diri kita, yang dipedulikannya hanya bagaimana caranya menjaga kasih sayangnya untuk kita
  14. Sahabat sejati memberikan alasan mengapa kita harus berubah dan membantu kita mencapai perubahan yang lebih baik
  15. Sahabat sejati adalah mereka yang tidak mengatakan sesuatu yang indah, tetapi melakukan sesuatu yang membuat kita begitu bahagia
  16. Sahabat sejati berusaha menepati janji yang diucapkan ketika kita lupa dengan janjinya
  17. Sahabat sejati adalah yang mencintai kita dengan tulus dan menerima kita apa adanya
  18. Sahabat sejati memberi tanpa mau mengarapkan apapun sebagai imbalan
  19. Sahabat sejati mengatakan kebenaran tentang diri kita untuk kebaikan
  20. Sahabat sejati menjadi pelindung ketika musuh - musuh menyerang kita
  21. Sahabat sejati adalah mereka yang bersedia membantu ketika kita jatuh
  22. Sahabat sejati memberikan air saat kita dahaga
  23. Sahabat sejati membantu mengatasi rintangan yang sedang kita hadapi
  24. Sahabat sejati terlihat ketika dia tidak pernah mengendurkan perhatiannya kepada kita meskipun banyak orang juga yang memperhatikan dirinya
  25. Sahabat sejati bijaksana dalam bersikap, bukan kata-kata
  26. Sahabat sejati dan kita telah menjadi puzzle yang saling melengkapi satu sama lain sehingga membentuk sebuah gambar kehidupan yang sempurna


Nah,, setelah mengetahui kriteria sahabat sejati di atas,, sudahkah kita termasuk didalamnya?? Kalau belum, yuk kita sama-sama belajar untuk menjadi sahabat sejati bagi sahabat-sahabat kita.

Jangan sampai kita hanya menuntut sahabat kita untuk menjadi sahabat sejati namun diri kita lupa untuk melakukannya juga :)

Selasa, 03 April 2012

Berteman

Bertemu, berkenalan, lalu berteman dekat, bahkan menjadi sahabat adalah rutinitas yang biasa dilakukan oleh setiap manusia. Karena naluri manusia adalah bersosialisasi. Mereka cenderung untuk memilih teman dekat yang baik. Hal ini memang dianjurkan, namun bukan berarti teman yang kurang baik ditinggalkan. Yang paling benar untuk dilakukan adalah dengan memperbanyak teman yang baik agar teman yang kurang baik itu terbawa menjadi lebih baik.
Terkadang, kita melihat orang lain hanya dari penampilan fisik saja. Padahal orang yang kita anggap jahat secara fisik belum tentu hatinya benar - benar jahat. Karena itu jangan terlalu cepat mengecap seseorang itu jahat ataupun baik.
Jangan merendahkan orang lain. Karena kita pun sebenarnya tak sempurna, memiliki kekurangan. Maka terimalah orang lain seperti mereka mau menerima kita apa adanya.
Jadi, jangan pernah takut untuk berteman, Karena manusia pada umumnya bersifat baik. Semakin banyak berteman maka semakin banyak kebaikan yang kan kamu peroleh.

Jumat, 30 Maret 2012

THINK POSITIVE..

Lebih mudah mana…
Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan, atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka?

Lebih mungkin mana…
Berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman, atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri?

Lebih mudah mana…
Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan, atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung?

Lebih penting mana….
Berusaha menguasai orang lain, atau belajar menguasai diri sendiri?
Yang penting bukan bagaimana orang harus baik padaku, melainkan bagaimana aku berusaha baik pada semua orang…karena…bukan orang lain yg membuat aku bahagia, tapi Sikapkulah yg menentukan, aku bahagia atau tidak..

Kamis, 08 Desember 2011

Putus??

Ketika salah seorang temanku putus dengan pacarnya, dosen kami, menasehati kami. Inilah nasihat beliau:
"Kita tidak bisa berharap orang yang kita kasihi akan setia kepada kita. Karena di dunia ini masih ada syetan yang terus mengganggu manusia. Sedih, dan kecewa itu adalah hal yang biasa. Tetapi kita tidak boleh patah hati. Jangan menjual kesedihan kita pada orang lain untuk meminta belas kasihannya. Cukup adukan semuanya pada Sang Pencipta, Illahi Robbi. Karena sesungguhnya Allah Maha Cemburu.
Putus hubungan bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak yang bisa kita lakukan selain menjalin hubungan yang lebih khusus dengan lawan jenis. Apapun harus kita hadapi. Cukup Allah dan kita saja yang tahu. Kita harus berusaha untuk jujur, meski kadang sulit. Karena itulah hidup."

Seoga bermanfaat :D

Selasa, 22 November 2011

Antara amanah kita atau bukan

Salam sejahtera untuk kita semua..

Mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan kata "Amanah". Sesuatu yang diberikan dan dipercayakan pada kita. Tentu saja dalam menjalankannya dibutuhkan tanggungjawab dan harus dilakukan dengan sepenuh hati. Karna jika tidak, kau akan bosan melakukannya dan melepaskannya begitu saja.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, amanah itu segala sesuatu yang diberikan kepada kita dan hanya diberikan pada orang yang tepat mendapatkannya. Berarti pada dasarnya setiap amanah yang diberikan kepada kita adalah merupakan hal yang dapat kita lakukan. Ketika kita tahu amanah itu wajib dilaksanakan, terkadang kita salah menilai itu merupakan amanah kita atau bukan. Namun, satu yang harus kau ingat:

Ketika kau diamanahkan utk melakukan sesuatu, maka kerjakanlah dg penuh tanggung jawab. Adapun ketika kau tahu org lain diamanahkan sesuatu sedang kau tidak, maka biarkanlah mereka melaksanakan tugas yang jelas - jelas telah menjadiamanah mereka. Janganlah kau ikut campur dalam urusan mereka. Karena pada saat seperti itu tanggung jawabmu adalah membiarkan mereka melakukan tugas mereka dan lakukanlah tugas lain yg diamanahkan padamu. Percayalah,, Semua datang tepat pada waktunya dan datang pada orang yang tepat. Jadi, jangan merasa kau tak dianggap kawand!! :)

Semoga bermanfaat ^^